DesemberSynaxarion

Peringatan Alypius Pertapa-Tiang Yang Kudus Dan Terhormat Dari Adrianopolis [640]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada tanggal 9 Desember (kalender sipil) / 26 November (kalender Gereja)

Alypius lahir di kota Adrianopolis di Paphalagonia. Ibunya, seorang janda Kristen, menyerahkan anaknya untuk dididik oleh Uskup Theodore, membagi-bagikan hartanya kepada orang-orang miskin, dan bertapa dekat Gereja di mana ia kemudian diangkat menjadi seorang Diakonisa. Dalam perjalanan ke Konstantinopel, Martir Kudus Euthymia menampakkan diri
dalam penglihatan dan memanggil Alypius kembali ke Adrianopolis untuk mendirikan Gereja dalam namanya. Dengan pemberian dari umat, Alypius mendirikan Gereja itu di reruntuhan kuil pagan yang didiami legion-legion iblis.

Ia mendirikan tiang di kuburan di samping Gereja di bawah langit terbuka. Selama lima-puluh tiga tahun ia bertapa di atas tiang, berdoa kepada Allah, dan mengajar banyak orang yang datang kepadanya. Pada malam hari, roh-roh jahat di kuburan melemparinya dengan batu. Alypius menghancurkan tempat berteduh di tiang itu agar bisa lebih langsung menghadapi roh-roh kegelapan yang melarikan diri darinya.


Setelah tidak sanggup berdiri, Alypius melanjutkan pertapaannya dengan
berbaring di sisi badannya. Dua Monasteri dibangun, untuk lelaki dan perempuan, di sekeliling tiang itu, yang dituntunnya hingga wafatnya pada tahun 640 pada usia seratus delapan-belas tahun. Tubuhnya dikuburkan di Gereja Martir Kudus Euthymia yang telah didirikannya, di mana reliknya menyembuhkan banyak orang yang datang dalam iman.

Troparion Irama I

‘Engkau tiang kesabaran, ya Yang Terhormat, yang meneladani bapa-bapa
leluhur, Ayub, dalam derita, Yusuf, dalam pencobaan, dan hidup roh-roh tanpa-tubuh sedang dalam tubuhmu. Mohonkanlah Kristus Allah, ya Alypios, bapa kami, agar jiwa kami diselamatkan’

Kontakion Irama VIII

‘Hari ini Gereja memuliakan dan mengidungkanmu, ya Alypios, sebagai sebab kebajikan dan hiasan mereka yang berpuasa. Sesuai dengan namamu permohonan-permohonanmu mengaruniakan kelepasan yang besar dari pelanggaran-pelanggaran yang berat kepada mereka yang dengan kasih menghormati perbuatan dan perjuanganmu yang berani’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *