LiturgiOktoberSynaxarion

NABI YANG DINUBUATKAN, YOHANES SANG PEMBAPTIS TUHAN :

Diperingati pada 23 September (Julian)/ 06 Oktober (Gregorian)

 Nabi Yang Mulia, Yohanes Pendahulu dan Pembaptis Tuhan : Nabi Maleakhi yang kudus menubuatkan bahwa sebelum Mesias akan datang, Pendahulu-Nya, yang akan menunjukkan kedatangan-Nya. Oleh karena itu, orang-orang Yahudi dalam menunggu Mesias juga menunggu kemunculan Pelopor-Nya.

Di sebuah kota di perbukitan Yudea di tanah Palestina tinggallah imam saleh Js. Zakaria dan istrinya Js. Elisabet, yang dengan tekun menjalankan perintah-perintah Tuhan. Namun pasangan itu mengalami kemalangan : bertahun-tahun mereka tidak memiliki anak dan mereka berdoa tanpa henti kepada Tuhan, agar Dia memberi mereka seorang anak.

Suatu kali, ketika Js. Zakharia pada gilirannya menjadi imam di Bait Allah Yerusalem, dia pergi selama waktu sembahyang ke Bait Allah untuk membuat dupa. Setelah masuk di balik tabir Bait Allah, dia melihat seorang Malaikat Tuhan, berdiri di sisi kanan altar dupa. Js. Zakaria tercengang dan berhenti ketakutan, tetapi Malaikat berkata kepadanya: “Jangan takut, Zakharia, doamu didengar, dan istrimu Elizabeth akan melahirkan bagimu seorang putra, dan engkau akan memanggil namanya Yohanes”. Tetapi Zakharia yang saleh tidak mempercayai kata-kata utusan surgawi, dan kemudian Malaikat berkata kepadanya: “Aku – adalah Zibril, yang berdiri di hadapan Tuhan dan diutus untuk mengumumkan ini kepadamu. Tetapi sekarang, engkau akan menjadi bisu sampai hari kelahiran itu, karena kamu tidak percaya kata-kata saya”.

Sementara itu, orang-orang sedang menunggu Zakharia dan mereka heran, bahwa dia belum keluar dari Bait Suci setelah sekian lama. Dan ketika dia keluar, dia seharusnya mengucapkan berkat kepada orang-orang, tetapi tidak bisa mengucapkannya karena dia tidak bisa berkata-kata. Ketika Zakharia menjelaskan dengan gerak tubuh bahwa dia tidak dapat berbicara, orang-orang kemudian mengerti bahwa dia telah mengalami penglihatan.

Nubuat Malaikat Tertinggi digenapi, dan Elizabeth dibebaskan dari kemandulannya, setelah melahirkan Sang Pelopor dan Pembaptis Tuhan, bernama Yohanes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *