JanuariSynaxarion

Martir Perawan Anysa dari Tesalonika (☦️298)

Diperingati Gereja Orthodox pada 12 Januari (Kalender Sipil) / 30 Desember (Kalender Gereja Purba)

Anysia hidup pada masa pemerintahan Kaisar Maximianus (286-305). Ia merupakan putri dari orang tua Kristen yang saleh dan sangat kaya dari Thessalonika. Ketika orang tuanya meninggal, Janasuci itu tinggal sendirian dalam ketenangan, dan dia menyenangkan Tuhan dengan berlatih dan berkarya untuk memenuhi perintah-perintah ilahi.

Dia menjual semua miliknya, membagikan hasil – hasilnya kepada orang miskin, dan hidup dari jerih payah tangannya sendiri. Dia berpuasa dengan ketat, tidur sangat sedikit, dan terus menerus menitikkan air mata saat berdoa. Ketika tertidur, dia akan berkata pada dirinya sendiri: “Berbahaya untuk tidur, sementara musuhku terus berjaga.”

Pada saat itu, Kaisar Maximian yang jahat mengeluarkan dekrit bahwa siapa pun dapat membunuh orang Kristen kapanpun dan di manapun jika bertemu dengan mereka, tanpa pengadilan atau hukuman. Suatu hari Janasuci ini pergi ke gereja, dan dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang tentara pagan Yunani. Tentara ini melihat wajahnya yang cantik, dan dia mendekatinya dengan keinginan yang tidak senonoh. Js. Anysa membuat tanda Salib dan berkata kepadanya: “Aku hamba Kristus, dan aku akan pergi ke gereja.”

Lalu tentara itu menangkapnya, dan menyeretnya ke depan altar berhala, memaksanya untuk mempersembahkan korban kepada iblis. Karena Janasuci itu mengakui Kristus sebagai Tuhan, orang yang keji ini menjadi marah, dan dia mengarahkan pedangnya ke padanya. Dengan cara inilah ia menerima mahkota kemartiran yang kekal. Ia dimakamkan dengan hormat oleh orang-orang Kristen dan sebuah gereja dibangun di atas kuburannya.

Kidung Apolytikion – Irama IV

Engkau telah melangkah sampai akhir jalan kebajikan dan telah bertunangan dengan Allah Sang Sabda, dan bersukacita dalam pertandingan itu, ya Anysia. Engkau bersinar dengan terang kemilau, dan memancarkan sinar kebajikan di dunia. Dan sekarang kami memintamu untuk memohon kepada Kristus Tuhan bahwa Dia akan bermurah hati kepada kami.

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *