FebruariSynaxarion

Hierark Kudus Photius dari Konstantinopel [891]

Diperingati Gereja Orthodox pada 19 Februari (kalender sipil) / 6 Februari (Kalender Gereja Purba)

Hierark Kudus Photius, Tiga-Kali-Terberkati, Bapa Agung dan Pengajar Amat Cemerlang Gereja, Pengaku-Iman Orthodox dan Setara-Rasul, hidup pada masa pemerintahan Kaisar-Kaisar Mikhael, Basil orang Makedonia dan Leo anak lelakinya. Ia anak lelaki dari orangtua yang saleh, Sergius dan Irene, yang menanggung derita bagi Kristus di bawah pemerintahan Kaisar Ikonoklast yaitu Theophilus, dan adalah seorang keponakan Tarasius, Patriark Konstantinopel.

Photius lahir di Konstantinopel dan menjadi terkemuka dalam jabatan Kekaisaran. Ia termahsyur oleh kebajikan dan kesalehan, serta hikmat pengetahuannya. Ketika Patriark Ignatius diturunkan dari Tahta, Photius dipilih untuk meneruskannya pada tahun 587. Photius dengan teguh membela Iman dan Gereja terhadap kaum-kaum pembidat Manes, Ikonoklast, dan terhadap pelanggaran dan bidat Nikholas, Paus Roma.

Pada tahun 867, Patriark Photius mengadakan Sinode di Konstantinopel yang dihadiri oleh Gereja-Gereja Aleksandria, Antiokhia, dan Yerusalem. Sinode tersebut mengecam Filioque sebagai bidat dan menganathema Nikholas sebagai seorang pembidat yang merusak Kebun Anggur, yaitu Gereja, Allah.

Pada tahun 879, Patriark Photius mengadakan Sinode di Konstantinopel yang dihadiri oleh seluruh Gereja-Gereja. Sinode ini meneguhkan Sinode sebelumnya pada tahun 867 dan memperbaharui Anathema terhadap siapapun yang berani merusak Lambang Iman Semesta Nikaea-Konstanstinopel. Dalam memerangi kesesatan Latin perihal Filioque, yaitu bidat bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak, Photius menunjukkan dengan jelas melalui tulisannya yaitu Mistagogi Roh Kudus, bagaimana Filioque meniadakan Kesatuan dan Kesetaraan Tritunggal.

Photius meninggalkan berbagai tulisan Teologi, khotbah pujian, surat-surat, termasuk kepada Boris, Raja Bulgaria, yang mengajarkan sejarah dan pengajaran Ketujuh Sinode Semesta. Setelah menjaga Gereja Kristus dalam Kekudusan dan secara Injili, dan dengan kecemburuan yang bersungguh-sungguh setelah mencabut segala lalang berbagai pengajaran asing, ia pergi kepada Tuhan di Monasteri Orang-Orang Armenia pada tanggal 6 Februari, tahun 891.

Troparion Irama V

‘Sebagai Terang Bersinar yang tersembunyi dalam Allah dan Pembela Orthodoxia yang diungkapkan dari Tempat Tinggi, ya Photius Agung, Hiasan Terberkati para Patriark, engkau telah mengalahkan ajaran-ajaran baru dari bidat yang penuh keangkuhan. Ya Terang Gereja-Gereja Kudus, Terang Timur dari Tempat Tinggi, jagailah mereka dari segala kesesatan’

Kontakion Irama VII

‘Sekarang biarlah Terang Amat-Cemerlang Gereja dimahkotai dengan Bunga-Bunga Kidungan, sang Pengajar Amat-Ilahi bagi umat Orthodox, Kecapi Terilham-Ilahi Sang Roh Kudus, Lawan Amat-Kuat-Kuasa terhadap bidat, dan marilah kita berseru kepadanya, Bersukacitalah, ya Photius yang Amat-Terhormat!’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *