KAMIS SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro I Petrus 4:12-5:5; Markus 12:38-44 Seorang janda memasukkan ke dalam peti persembahan (Markus 12:42) dua duit (kira-kira beberapa ratus rupiah); tetapi Sang Kristus mengatakan bahwa wanita itu telah memasukkan lebih banyak daripada siapapun juga; meskipun orang-orang yang lain mungkin telah memasukkan lebih dari ratusan ribu atau […]

RABU SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro I Petrus 4:1-11; Markus 12:28-37 Seorang ahli Taurat bertanya kepada Sang Kristus:’ “Hukum manakah yang paling utama?” (Markus 12:28). Sang Kristuspun menjawab :” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua […]

SELASA SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro I Petrus 3:10-22; Markus 12:18-27 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” ( I Petrus 3:15). Menguduskan Tuhan dalam hati seseorang adalah jiwa dan roh dari manusia tersembunyi dalam hati/manusia batiniah yang tersembunyi (I Petrus 3:4) yang kita bicarakan sebelumnya, Sebagaimana pada awalnya Tuhan menciptakan […]

SENIN SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro I Petrus 2:21-3:9; Markus 12:13-17 Rasul Petrus sekarang menunjukkan kepada kita “manusia batiniah yang tersembunyi”/”hidden man of the heart” atau “manusia yang tersembunyi dalam hati” ( I Petrus 3:4)sebagai sasaran dari perhatian dan keperdulian kita yang paling memerlukan perhatian keras. Apakah artinya “manusia batiniah yang tersembunyi”/”hidden […]

MINGGU SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro Efesus 4:7-13; Matius 4:12-17 Dalam bacaan kita dari renungan pada Sabtu Sesudah Theophania, Rasul Paulus menyatakan tentang perlengkapan senjata Allah yang harus dikenakan orang Kristen atas jalan keselamatan. Sekarang, bagi inspirasi kita pada saat kita mengalami kesulitan, dia menunjukkan siapakah para pemimpin yang ada dalam barisan […]

SABTU SESUDAH THEOPHANIA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro Efesus 6:10-17; Matius 4:1-11 Rasul Paulus dalam bacaan diatas, mengajarkan pada umat Kristen mengenai perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:13-17). Layaklah ajaran ini mengikuti pelajaran di hari Jumat Sesudah Theophania sebelumnya, dalam Synaxis dari Nabi Yohanes Pembaptis itu. Karena jika seseorang memperhatikan panggilan Allah,sehingga telah mengambil permulaan […]

SIAPA YANG BERHAK MEMBAPTISKAN

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Sumber : Padepokan Dharma Tuhu Sekarang kita akan membicarakan mengenai siapa yang berhak membaptiskan. Pada waktu Kristus memerintahkan untuk membaptiskan orang di dalam Mat 28:16-19, meskipun banyak murid-murid pada waktu itu, termasuk ke-70 utusan,©(16)namun ternyata perintah untuk membaptiskan itu hanya diberikan kepada 11 Rasul saja (12 minus 1 oleh karena Yudas sudah mati). Dan di […]

PROSFORA: ROTI PERJAMUAN TUHAN DALAM TRADISI GEREJA TIMUR

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Disusun oleh: Basilius Andrew L. Tjong Komunitas St. Nikolas dari Myra Surabaya Gereja Ortodoks Yunani di Indonesia Salah satu ciri khas dari Gereja Timur, khususnya yang menggunakan tradisi liturgi Byzantium, roti perjamuan Tuhan atau roti ekaristi menggunakan roti yang beragi. Mungkin saja hal ini akan menimbulkan pertanyaan dari saudara-saudara yang berasal dari Gereja Barat, baik […]

Tentang Baptisan dan Krisma

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Artikel ditulis oleh Sdr. Basilius, materi disajikan dalam Embun Sorgawi edisi Mei, Juni dan Juli 2020. Menurut Nikolas Kabasilas, hidup di dalam Kristus itu hanya dapat terjadi ketika manusia menang atas dosa, tetapi tidak ada satu pun manusia yang ada di dunia yang dapat mengalahkan dosa, sebab “semua ada di bawah kuasa dosa” (Rm. 3:10). […]

SUJUD DALAM GEREJA ORTHODOX

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Metania adalah sujud kecil dimulai dengan tanda salib dengan khusyuk lalu membungkukkan badan kita seraya menyentuhkan tangan kanan kita ke lantai/tanah, hal ini untuk menunjukan dan mengingatkan diri kita bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, dan Sang Tritunggal Mahakudus menjadi satu-satunya pengharapan kita akan keselamatan.