Dogmatika

BUNGA RAMPAI IBADAH GEREJA ORTHODOX(lanjutan 8)

Di atas meja kurban diletakkan alat-alat yang diperlukan bagi pelaksanaan Ekaristi, dan benda-benda suci lainnya yang penting. Benda-benda tersebut ialah diskos, potir (atau cawan), bintang, tombak, sendok, bunga karang, penutup, dua piring kecil, dan piala.

Diskos (dalam bah. Yunani berarti “mangkok yang dalam”) adalah sebuah mangkok logam bulat, biasanya terbuat dari emas atau perak, di atas sebuah kaki berbentuk tangkai, di mana diatasnya diletakkan “Anak Domba”—yaitu bagian dari prosfora yang pada saat liturgy telah diubahkan menjadi Tubuh Kristus—dan juga potongan-potongan lain yang telah dipisahkan dari prosfora pada awal liturgy. Diskos ini melambangkan palungan dimana Anak Allah yang baru lahir dibaringkan, dan pada saat yang sama juga melambangkan makam Kristus.Potir atau cawan (dari kata Yunani “potirion”, artinya suatu wadah tempat minum) adalah cawan darimana umat akan mengambil komuni dengan Tubuh dan Darah Kristus, yang mengingatkan akan cawan yang dipakai Tuhan saat Ia memberikan komuni kepada murid-murid-Nya untuk pertama kali pada saat Perjamuan Mistika. Pada awal liturgy, ke dalam cawan ini dituangkan anggur dengan penambahan sejumlah kecil air (sedemikian rupa sehingga anggurnya tidak kehilangan rasa), yang diubahkan pada saat liturgy menjadi Darah Kristus yang sejati. Cawan ini adalah pengingat akan “cawan penderitaan” Sang Juruselamat.Bintang (dalam bah. Yunani “astir, asteriskos”) terdiri dari dua lengkungan yang digabungkan hingga berbentuk salib. Melambangkan bintang yang menuntun para majus ke Betlehem, bintang diletakkan di atas diskos untuk mencegah penutup menyentuh atau merusak susunan bagian-bagian roti yang telah diatur di atas diskos.Tombak suci (bah. Yunani “lonhi”) adalah sebuah pisau berbentuk tombak yang digunakan untuk memindahkan Anak Domba dan bagian-bagian lain dari prosfora. Ini melambangkan tombak yang menikam rusuk yang suci dari Sang Juruselamat (Yoh 19:34).Sendok atau dalam bah. Yunani “lavida”, sejak zaman Js. Yohanes Krisostomos telah digunakan untuk memberikan komuni kepada awam dengan Tubuh dan Darah Kristus. Sendok ini melambangkan penjepit yang digunakan oleh Serafim untuk mengambil bara dari mezbah surgawi dan menyentuhkannya ke bibir nabi Yesaya dan dengan demikian memurnikannya. Dengan cara yang sama jugalah bara dari Tubuh dan Darah Kristus memurnikan tubuh dan jiwa umat beriman.Bunga karang atau dalam bahasa Yunani “mesa”, bukanlah yang diletakkan di dalam antimin, digunakan untuk mengelap cawan suci setelah pemakaian Kurban Kudus oleh presbiter. Bunga karang ini disebut sebagai “pembersih”, dan selalu dibiarkan tersimpan dalam cawan suci.Penutup dipergunakan untuk menutupi Kurban Kudus. Ada tiga penutup; satu menutupi diskos, satu menutupi cawan, dan satunya lagi dalam bahasa Yunani disebut “air” atau udara, yang menutupi diskon dan cawan secara bersama. Dengan “udara” ini, yang merupakan penutup dengan ukuran terbesar diantara ketiganya, presbiter mengipas di atas Kurban Kudus pada saat Pengakuan Iman dinyanyikan; dengan mengguncang-guncangkan udara, presbiter menggambarkan gempa bumi yang terjadi pada saat Kebangkitan Kristus. Pada awal liturgy, penutup-penutup ini menyimbolkan kain lampin yang membungkus Tuhan Yesus, sedangkan pada Arak-arakan Besar yang melambangkan prosesi Tuhan menuju ke Golgota, dan pada saat penempatan Kurban Kudus di meja altar yang melambangkan penuruhan Tuhan dari salib dan pemakaman-Nya, penutup di atas diskos melambangkan kain peluh yang menutupi kepala Tuhan di makam; penutup cawan melambangkan kain kafan, yang membungkus tubuh Tuhan, dan penutup “udara” melambangkan batu besar yang digulingkan untuk menutupi makam.Selain diskos, pada saat pelaksanaan proskomidia, dua mangkuk dan sebuah piala juga digunakan. Pada salah satu mangkuk, terukir gambar salib; yang ini digunakan pada saat pemisahan Anak Domba dari prosfora pertama. Pada mangkuk kedua, dimana terdapat gambar Bunda Allah, bagian yang diambil dari prosfora kedua demi menghormati Bunda Allah ditempatkan. Dengan menggunakan piala, anggur yang dicampur air dituangkan ke dalam cawan suci dan sebelum komuni para klerus di altar, air panas dituangkan ke dalam cawan suci dari piala ini.Sebagaimana “meja persembahan” di sebelah utara atau sebelah kiri altar, di masa kuno, sebuah bagian khusus disiapkan di sebelah selatan atau sebelah kanan altar. Pada bagian ini disimpan benda-benda suci, berbagai kelengkapan gereja, buku-buku, dan berbagai busana gerejawi. Bagian ini diurus oleh seorang diakon, sehingga disebut “diakonik” dalam bahasa Yunani atau juga sering disebut “skevophelakion”.(bersambung…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *