Dogmatika

BUNGA RAMPAI IBADAH GEREJA ORTHODOX (lanjutan 11)

Bagian tengah dari gedung gereja, biasanya disebut ruang bahtera, berfungsi sebagai tempat bagi kaum awam. Bagian ini pada zaman kuno dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan. Pemisahan berdasarkan jenis kelamin ini memiliki dasar kesejarahannya:

di Timur, kaum wanita, sebagaimana dalam kehidupan masyarakat umum dan khususnya juga dalam kumpulan-kumpulan peribadatan, ditempatkan terpisah dari kaum pria. Di sinagoga-sinagoga Yahudi, wanita berdiri di sebelah atas, di bagian paduan suara, sedangkan pria berdiri di bawah.Kebiasaan ini juga terbawa ke dalam kehidupan Kristiani. Bahkan sudah sejak zaman Js. Yohanes Krisostomos, kaum wanita di tempatkan terpisah dari pria di dalam basilika dengan pembatas khusus. Dalam gedung gereja dengan gaya Byzantin, seluruh lantai dasar gedung gereja dikhususkan untuk kaum pria, sedangkan para wanita berdiri di tempat paduan suara atau di serambi atau balkon khusus yang disebut “gynekoniti”. Di gereja-gereja Rusia, kaum pria ditempatkan di sebelah selatan atau di paruh kanan dari gedung gereja, sedangkan kaum wanita di sebelah utara atau paruh kirinya.Pada ibadah-ibadah yang dilayani oleh hierarki, pada bagian tengah gedung gereja sebuah tempat khusus yang agak tinggi, yang disebut ambon disiapkan untuk uskup, yang berbeda dengan ambon pada soleas, sehingga disebut “ambon hierarkal” atau “tempat pembusanaan”, sebab di tempat itulah uskup dipakaikan busana gerejawi sebelum pelaksanaan liturgy. Biasanya tempat ini memiliki dua undakan. Pada penahbisan seorang uskup baru, ambon ini dibuat lebih tinggi dan lebih lebar, dan disebut “teater”.

Di atas ambon hierarkal ini ditempatkan sebuat kursi, yang disebut katedra, yang dikhususkan untuk uskup.Pada zaman kuno, kursi ini disebut “meja” atau “tahta”. Pada saat-saat tertentu dalam liturgy misalnya pada saat pembacaan-pembacaan, uskup mengambil tempat duduk di katedra ini.Pada sebelah barat gedung gereja, pintu-pintu atau gerbang-gerbang biasanya dipasang yang menuntun ke arah ruang bahtera. Gerbang-gerbang ini disebut “indah” di dalam Ustav, sebab mereka seringkali dihias dengan sangat indah. Gerbang-gerbang ini berfungsi sebagai tempat masuk dan keluar khususnya pada berbagai prosesi. Gerbang-gerbang ini juga disebut “gerbang gereja” sebab menuntun ke dalam gereja itu sendiri, dan “gerbang agung” sebab selain gerbang-gerbang ini, ada juga gerbang lain yaitu gerbang “utara” dan “selatan”, yang menuntun ke dalam gereja. Orang Yunani menyebutnya “gerbang raja”. Ustav mengatur, bahwa pada hari Paskah, arak-arakan keluar dari gereja melalui pintu utara, kemudian berhenti dan memulai Matin Paskah di depan “gerbang agung gereja”.Jika pada zaman kuno pemisahan antara pria dan wanita dianggap penting, maka lebih penting lagi untuk memisahkan para katekumen, dan petobat, dengan umat beriman.

Pada kenyataannya, berdasarkan kondisi moral mereka sendiri orang-orang ini berdiri di sebuah tempat khusus, bagian ketiga dari gedung gereja, yang bernama “narthex” atau dalam bahasa Rusia “ruang depan”. Pada zaman dahulu, narthex memiliki beberapa bagian: narthex bagian dalam, termasuk keseluruhan gedung gereja tersebut; narthex bagian luar, yang terdiri dari kolom-kolom sebelum pintu masuk ke narthex bagian dalam; dan sebuah atrium khusus atau pelataran. Disini para katekumen dan petobat di tempatkan berdasarkan tingkatannya. Ketika institusi para katekumen dan petobat berhenti, atrium ini tidak dihancurkan, tetapi mengalami sedikit perubahan dalam penampakannya dan sebuah fungsi khusus. Di narthex bagian dalam inilah pada masa Byzantin lityas/doa-doa permohonan mulai di panjatkan dan orang yang telah wafat disemayamkan sebelum dimakamkan. Dengan fungsi inilah narthex dikenal di Rusia. Narthex bagian dalam mulai disebut atrium, sedangkan narthex bagian luar berubah menjadi vestibule/ruang depan-sebuah ruang persegi lebar yang dilengkap anak-anak tangga yang melaluinya orang masuk ke gereja, beberapa kegiatan dilaksanakan di atrium seperti misalnya katekisasi bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk baptisan, ritus penolakan ajaran-ajaran yang salah bagi mereka yang menggabungkan dirinya ke Gereja Orthodox, doa-doa permohonan pada Vesper, sembahyang harian, Compline, dan sembahyang tengah malam. Juga di ruang depan ini doa-doa permohonan dan upacara pemakaman dilaksanakan.(bersambung…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *