Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 4 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, Alkitab mengatakan bahwa semua yang diselamatkan oleh kasih-karunia Allah di dalam Kristus itu landasannya adalah Iman (Efesus 2:8-10), sehingga oleh iman itu yang dinyatakan dalam Baptisan kita mengenakan Kristus dan menjadi anak-anak Allah (Galatia 3:26-27). Iman semacam ini dikaruniakan kepada semua orang beriman tanpa ada perbedaan. Namun diantara orang-orang beriman ini ada orang-orang tertentu yang oleh Roh Kudus diberi “karunia iman ” secara khusus (I Korintus 12:9). Jadi ada dua jenis iman. Yang pertama adalah iman yang menjadi landasan kita semua dibaptiskan, dan menjadi dasar kita berpijak dalam kita mengikuti Kristus, dan iman jenis kedua adalah karunia Roh Kudus yang diberikan kepada sedikit orang tertentu secara khusus oleh Roh Allah. Menurut para Bapa Suci Gereja, orang-orang yang mendapat karunia iman jenis kedua itu adalah mereka yang dengan memelihara serta menjalankan perintah-perintah Allah, telah mencapai derajat keberadaan dibentuk ulang dan diperbaharui menurut gambar dan rupa Allah (Efesus 4:23-24). Dengan diperkaya sedemikian rupa oleh Terang Ilahi dari Kasih-Karunia Allah, mereka telah meletakkan segenap harapan mereka kepada Tuhan dalam ukuran yang sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan firman Sang Kristus, Tuhan kita (Markus 11:23), apabila mereka berdoa mereka tidak memikirkan dalam hati mereka mengenai permintaan-permintaan mereka kepada Allah, tetapi dengan iman mereka sekaligus meminta dan segera menerima apa yang dibutuhkan. Tetapi orang-orang yang diberkati ini mendapatkan kekokohan iman sedemikian itu melalui perbuatan-perbuatan yang murni, karena mereka dengan kokohnya telah menyangkal semua pengetahuan, spekulasi dan keragu-raguan, serta telah membebaskan diri mereka sendiri dari semua kekhawatiran dan keterikatan akan hal-hal duniawi ini dan secara total terserap di dalam ke-terpesona-an dan ke-terpana-an pada Allah oleh iman, harap dan kasih (I Korintus 13:13). Dengan demikian, ia mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan ke dalam keberadaan yang lebih terberkati , keadaan batin yang manunggal dengan Allah. Marilah kita memiliki kerinduan yang mendalam di dalam hati kita, agar menerima iman yang demikian itu sehingga dapat mencapai panunggalan dengan Allah dalam batin kita. Sehingga dalam ketaatan kita menjalankan perintah-perintah Allah dengan sungguh, menyangkal semua keterikatan pada kekhawatiran akan hal-hal duniawi ini, dan memusatkan hati kita oleh iman, harapan dan kasih kepada Allah Kiranya Allah, Bapa kita, yang menjadi arah dan tujuan hidup kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, yang di dalam Nya dan untuk Dia kita hidup, serta oleh kuasa Roh Kudus Nya, yang memampukan kita memiliki iman, harapan dan kasih itu kepada Allah, mengaruniakan kita kekokohan iman bagi semata-mata rindu akan ALLAH itu. Amin

Arkhimandrit Romo Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *