Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 16 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, atap suatu rumah itu ditopang oleh fondasi dan bagian yang lain dari suatu bangunan, ,serta fondasi dan bagian yang lain dari bangunan itu didirikan untuk menopang atap itu – karena kedua-duanya itu penting dan bermanfaat – dan tak akan mungkin atap itu dibangun tanpa fondasi dan bagian yang lain dari bangunan itu, serta tak akan mungkin pula fondasi dan bangunan itu dapat digunakan untuk tempat tinggal jika tanpa atap. Demikian juga dengan jiwa: Kasih karunia Roh Kudus itu dipelihara dengan memelihara perintah-perintah Kristus, dan memelihara perintah-perintah Kristus itu fondasi yang diletakkan untuk menerima pemberian-pemberian dari Kasih-Karunia Allah. Tak akan pula Kasih- Karunia Roh Kudus tetap tinggal di dalam kita tanpa kita mentaati perintah-perintah Kristus, begitu pula kita tak dapat dengan mentaati perintah-perintah Kristus itu saja akan ada manfaatnya dan menuntun pada Keselamatan jika tanpa karya Kasih-Karunia Allah. Rumah yang ditinggalkan tanpa atap karena kesembronoan si tukang bangunan tidak akan berguna untuk apapun, dan itu akan membuat si tukang bangunan diolok-olok orang. Dengan cara yang sama orang yang melalui memelihara perintah-perintah, telah meletakkan fondasi dan telah membangun tembok-tembok yang tinggi daripada kebajikan, kalau dia tidak menerima Kasih-Karunia Roh Kudus dan tak melihatnya serta tak merasakannya di dalam jiwanya, itu masih tidak sempurna dan masih merupakan sasaran untuk dikasihani oleh orang yang telah mencapai kesempurnaan. Penyebab dari dia kehilangan Kasih-Karunia itu ada dua ganda: entahkah karena dia telah mengabaikan pertobatan atau karena, merasa amat sangat kagum atas prospek bahwa ia tak mungkin akan mampu untuk mencapai semua kebajikan itu, karena itu sebagai suatu upaya yang sangat besar, sehingga dia telah menghilangkan sebagian dari kebajikan-kebajikan itu, meskipun kelihatannya tak begitu penting, namun demikian itu sangat esensial/hakiki bagi konstruksi dan penyelesaian akhir dari pembangunan rumah daripada kebajikan itu, karena tanpa hal-hal itu rumah itu tak dapat dipasangi atap oleh Kasih-karunia Roh Kudus. Oleh karena itu pertobatan dan selalu menyadari untuk tetap menjalankan secara setia semua perintah Kristus menurut kemampuan kita tanpa ada niat mengabaikan salah satu bagian yang manapun, serta pada saat yang bersamaan bersandar pada karya Kasih-Karunia Roh Kudus di dalam kita adalah suatu hal yang sangat penting dalam usaha perkembangan dan pertumbuhan kita mencapai kebajikan untuk hidup bagi Allah itu. Kiranya Allah, Bapa kita, didalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, oleh kuasa Roh Kudus Nya, mengaruniakan kita kemampuan untuk tidak mengabaikan pertobatan dan untuk setia menjalankan perintah-perintah Kristus sambil bersandar pada Kasih-Karunia Roh Kudus bagi upaya mencapai kebajikan yang dikehendaki oleh Allah bagi kita hari ini. Amin

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Seorang yang rendah hati yang menjalani hidup rohani, ketika membaca Kitab Suci, akan menghubungkan semua hal kepada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain. (Js. Markus Sang Asketik, Homili 1.6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *