Berkat Rohani

Berkat 28 Nov 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh,

Para Romo, Saudara2 dan Saudari2ku, serta Anak-anak Rohaniku semuanya, sebagaimana tanah jika ditiimbunkan keatas api yang menyala di dalam tungku akan memadamkan api itu, demikian kekhawatiran akan hal-hal duniawi dan segala macam kemelekatan kepada segala macam hal, apapun itu, meskipun hanya kecil dan tak begitu berarti, akan menghancurkan nyala api kasih akan Allah, dan kehangatan hati yang ada disana pada awalnya. Yaitu kehangatan hati yang ditimbul dari nyala kasih akan Allah itu. Orang yang telah menyangkal apapun yang bersifat jasmani lahiriah dengan sukacita dan perasaan seutuhnya secara sempurna, artinya menyangkal kelekatan pada orang, pada benda, serta telah melupakan itu semua, meninggal kan segalanya seolah-olah mengatasi tembok, akan terasing akan hal-hal serta hawa nafsu duniawi dan apa saja yang ada didalamnya, dan hanya ada kasih akan Kristus di dalam hatinya. Sebagaimana disabdakan Sang Kristus:” Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Ku, ia tidak layak bagiKu, dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Ku, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa tidak memikul salib nya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa nya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mata.10:37-39). Dengan memelihara pikirannya dipusatkan pada Yesus Kristus, dalam hidupnya, dan dikendalikan diutuhkan jadi satu pikiran itu pada saat ia melakukan doa dan Sembahyang nya, dia akan selalu melatih dirinya terpaku pada satu hal saja – ingatan dan memikirkan kematian. Oleh karenanya yang menjadi keperdulian dalam hidupnya selalu mengenai hal-hal yang terkait dengan penghakiman dan karunia-karunia baik apa yang akan diterima dari Allah dalam kehidupan yang akan datang itu ( II Korintus 5:10) Sama sekali terpusat dan terikat pada ingatan dan pemikiran akan hidup di zaman yang akan datang itu, dia menanamkan rasa takut akan Allah serta rasa takut untuk berbuat dosa dalam hatinya dengan memikirkan dan merenungkan hal-hal itu. Kiranya Allah, Bapa kita, yang menghakimi semua orang melalui Firman-nya yang telah menjadi Manusia itu, Yesus Kristus Tuhan kita (Roma 2:16), oleh Roh Kudus Nya, yang menginsafkan dunia akan dosa itu ( Yohanes 16:8) memberkati kepada kita hari ini ingatan dan pemikiran akan pengadilanNya menakutkan itu, agar tak terlalu memikirkan hal-hal duniawi dan kemelekatan padanya, dan agar nyala api kasih kita kepada Allah di dalam Kristus Yesus oleh kuasa Roh Kudus, makin berkobar dan makin menyala-nyala. Sebagaimana dikatakan oleh Kitab suci:”biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Roma 12:11b). Amin.

Romo Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *