Berkat Rohani

Berkat 18 November 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh.

Para Romo, Saudara2 dan Saudari2ku serta Anak-anak Rohaniku semuanya,
Alkitab mengajarkan bahwa salah satu aspek dari buah Roh dalam kehidupan orang-orang beriman adalah “penguasaan diri” (Galatia 5:22-23). Penguasaan diri itu bukanlah suatu hal yang remeh. Sebab jika memiliki karakter yang satu ini, kita tak akan pernah merasa menyesal, namun justru itu yang akan menyelamatkan diri kita maupun orang-orang yang ada di sekitar kita. Karena tanpa penguasaan diri kita hanya akan mengikuti gejolak dan dorongan apa saja yang disuguhkan oleh hawa nafsu dan emosi kota kepada pikiran, angan-angan, dan perasaan kita, sehingga diri kita mengembara kemana-mana, mengikuti kemauan hawa nafsu itu, dan mengakibatkan ketika terjerembab dan terjerumus kedalam kebinasaan, atau hal-hal yang akan mencelakakan diri kita. Karena penguasaan diri itulah yang dapat kita persembahkan kepada Allah , Bapa kita, yang di dalam mengirimkan FirmanNya menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, telah memberikan Kasih dan Kasih-Karunia Nya, dan melalui Roh Kudus mencurahkan kasihNya itu kedalam hati kita. Karena itu marilah kita tetap melakukan penguasaan atas diri kita sendiri agar kita tak mudah digoyahkan dan diombang-ambingkan oleh hawa nafsu, sehingga kita tak memiliki kestabilan dalam hidup ini.Jangan kita ikuti gelegak hawa-nafsu dan meledak-ledaknya emosi kita, namun dalam keteduhan batin, mari kita tenangkan diri kita di hadapan Allah dengan iman dan kasih. Marilah kita tetap hidup dalam kesalehan dan Kudus dalam iman kita, sehingga kita boleh dengan kokoh dan penuh keberanian mengucapkan doa-doa kita kepada Allah, yang sementara kita berbicara dan mengucapkan doa-doa kita kepada-Nya, Dia akan mengatakan kepada kita, “Lihatlah Aku disini untuk mu”. Karena Allah dalam sabda-sabdaNya di dalam Kitab Suci memberikan banyak sekali janji-janji, yang mustahil Dia berbohong ( Ibrani 6:16-18), yang menyatakan bahwa Dia lebih dari siap untuk mendengarkan dan memberikan semua permohonan kita yang sesuai dengan kehendakNya. Karena itu marilah kita terima dengan penuh harapan dan iman yang tidak mudah diombang-ambingkan melalui penguasaan diri kita ke Maha-BaikanNya yang sebegitu besar buat kita, dan jangan terlalu banyak mengeluh atas masalah-masalah yang kita hadapi dalam hidup ini, sebaliknya marilah kita ucapkan syukur dalam segala hal ( I Tesalonika 5:18). Karena dengan penguasaan diri kita untuk tetap tenang dan teduh dalam iman kita kepada Allah, maka sukacita akan dikaruniakan kepada kita yang melakukan hal itu. Tetapi sebaliknya jika kita tak peduli dalam penguasaan diri kita untuk taat, tenang, dan teduh dalam iman, maka kebingungan, kekacauan, kepanikan, dan ketegangan dan tekanan-tekanan batin yang akan kita alami. Kiranya Sang Tritunggal Mahakudus memberikan kepada kita buah penguasaan diri ini oleh Roh Kudus. Amin.

Archimandrite Rm Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *